4 Tema Utama Dalam Tren Desain 2016

0
389

Ada banyak aspek yang mempengaruhi tren desain diantaranya adalah pemahaman akan tren desain ke depan dan bagaimana kita menyikapi fenomena tersebut. Sehubungan dengan hal itu, sebuah tim yang terdiri dari praktisi, akademisi, dan ahli di berbagai bidang seperti desain produk, interior, arsitektur, kecantikan, makanan, dan bidang mode, berkolaborasi melakukan penelitian dan pengembangan terhadap tren desain.

Tim yang dinamai Indonesia Trend Forecasting ini mempelajari tentang perilaku manusia, latar belakang sosial budaya, dan sumber inspirasi yang terjadi di waktu lampau, saat ini, dan esok hari.

Menurut Isti Dhaniswari, salah satu pakar tren, kondisi kemanusiaan saat ini sedang berada di titik terendahnya dan kemampuan dasar manusia untuk bertahan serta terus berjuang jadi mengemuka. Karena itu, tren desain di tahun 2017 sampai tahun 2018 dinamai “Masa Abu-Abu” atau Grey Zone.

Tren desain kali ini tampil beda, karena keempat tema yang diusung yaitu “Archean”, “Vigilant”, “Cryptic”, dan “Digitarian” diinterpretasikan ke dalam empat buah instalasi yang dikerjakan oleh empat tim yang berbeda. Setiap tim terdiri dari praktisi atau ahli di bidang yang berbeda pula, kemudian instalasi tersebut dibangun menjadi bagian dari pameran Mozaik Indonesia beberapa waktu yang lalu.

ARCHEAN

Tema “Archean” diinterpretasikan jadi beberapa “kata kunci” yaitu organik, mentah, primitif, serta liar. Kemudian diwujudkan oleh tiga orang desainer interior, Adelinah Chandra dari biro konsultan A2J, Ayu Sawitri Joddy dari biro konsultan Terra, dan Rina Renville dari biro konsultan De Stijl berupa instalasi bernama The Savage Garden. Mereka juga didukung oleh seniman dan produsen diantaranya pelukis John Martono.

VIGILANT

Tema yang diwujudkan oleh desainer interior Sissy Prima dari biro konsultan Ruku Ruku, serta Irma Febriani dari Karsa dan Kandura Studio ini “mengawinkan” aspek lokalitas dan teknologi tinggi sehingga dapat memberi solusi untuk mengatasi krisis kemanusiaan saat ini.

Prinsip dalam tema ini adalah menguatkan identitas Indonesia seperti adanya atap model pelana, material keramik, terakota, serta material kayu, juga falsafah dari setiap elemen sebagai acuan tren desain ke depan. Instalasi yang dinamai Matoari Nan Taduah ini diisi oleh karya dari ketiga konsultan seperti koleksi coffee table dan kursi dari Karsa serta keramik dari Kandura Studio.

“CRYPTIC”

Desainer interior Rica Ishak dan Sugeng Untung serta desainer produk Gladys Angelina dan Ruhanna Afifah serta desainer mode Savira Lavinia, menggarap tema yang merepresentasikan gaya hidup berorientasi pada lingkungan.

Mereka mewujudkannya dalam bentuk instalasi yang menyerupai sebuah halaman belakang yang “misterius”, yang dinamai Mix Culture. Instalasi ini mengacu pada beberapa prinsip antara lain prinsip bioengineering, “aura” yang tidak biasa dan inovatif.

“DIGITARIAN”

Komposisi unik yang memadukan realitas dan dunia maya serta tampil sedikit “sombong” tetapi menjunjung tinggi kejujuran merupakan “kata kunci” tema yang dikerjakan oleh duo desainer Mira Prihatini dari biro konsultan Mira & Associates dan Luthfi Hasan dari Jakarta Vintage.

Instalasi bernama Reinvent The Past & The Future ini didominasi oleh sebuah hammock dari aluminium yang merepresentasikan pandangan untuk bersenang-senang dan fleksibel sedangkan kursi dan lantai berlapis kayu yang ditempatkan di pojok menandakan bahwa kita tetap dapat merayakan masa lalu sekaligus “merangkul” masa depan.

Foto : Ifran Nurdin

Lokasi : Stan Indonesia Trend Forecasting di Mozaik Indonesia, Jakarta Convention Center

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here