Booming Bisnis Kuliner Food Truck

0
535

Booming Bisnis Kuliner Food Truck – Tren bisnis food truck sebagai salah satu konsep usaha memang sedang happening satu tahun terakhir. Hal itu bisa dilihat dari banaknya para pelaku usaha kuliner yang mengincar konsep food truck. Selain karena lebih murah daripada menyewa tempat usaha, konsep ini juga akan lebih mudah memperkenalkan usaha ke masyarakat yang berdampak pada peningkatan omse.

Bagi banyak pelaku usaha kuliner, memanfaatkan tren yang ada menjadi sebuah strategi untuk mendapatkan keuntungan dengan konsep food truck yang sedang booming setahun terakhir.

Sebenarnya mobil usaha ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Menurut pengamat marketing Yoyok Indroyatmo, konsep usaha kuliner ini dahulu dikenal dengan Moko atau mobil toko yang berfungsi untuk lebih mendekatkan pelaku usaha dengan para konsumennya (jemput bola). Berbeda dengan Moko, pada food truck segala komponen usaha yang dijalankan lebih terstruktur. Mulai dari produk, kendaraan yang digunakan hingga pemasarannya.

Bicara mengenai food truck, Ferry Dafira Sekjen Organisasi Mobil Bisnis (Food Truck) Indonesia (OMBI) mengatakan bahwa kelebihan usaha food truck terletak pada keunikan yang ditawarkan, baik dalam produk, pemasaran, maupun armada yang digunakan.

Apa yang diungkapkan Ferry ternyata diamini para pelaku usaha kuliner Food Truck. Dari beberapa pelaku usaha yang ditemui. Hampir semuanya memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga usaha yang dijalankan bisa berkembang.

Lihat saja yang dilakukan Effendi dan Ferdy Pemilik Doea Rawit Food Truck. Kedua orang sahabat tersebut membuat sebuah konsep usaha food truck dengan menjual Mie sebagai produk utamanya. Yang menarik Doea Rawit membuat Mie yang dipadukan dengan cita rasa Indonesia. Hal Tersebut dilihat dari varian menu yang ditawarkan seperti Mie Dendeng Balado, Rendang Sapi, Sate Lilit, Kari Ayam, Soto Betawi, dan Bakso Sapi. Bukan hanya pada menu, keunikan juga terletak pada penggunakan ejaan Indonesia tempo dulu di setiap tulisan yang ada pada food truck Doea Rawit, mulai dari menu hingga keterangan lainnya.

Keunikan juga ditawarkan Ferry Lee, pemilik Street Dog. Dengan latar belakang seorang chef, Ferry mencoba membuat produk yang berbeda dari yang sudah ada yaitu dengan membuat Red Velvet, hadir memberikan sesuatu yang beda bagi para penikmat kuliner tanah air. “Bila dulu happening Black Burger sekarang kita bikin yang beda yaitu dengan membuat Red Hotdog,” ujarnya.

Sementara Septhia Belly Saria, Owner Bread in Black lebih memilih menjual aneka olahan roti hitam pada usahana mulai dari Black Sandwich, Black Burger, Black Pizza, dan Black Hotdog.

Booming Bisnis Kuliner Food Truck

Bukan hanya dibidang makanan, produk minuman yang ditawarkan dengan konsep food truck pun memiliki keunikan. Seperti yang dilakukan Hendi pemilik Karamel Juice yang mencoba menawarkan Fusion Juice dengan mencampur minimal 3 buah segar berbeda. Dengan kreatifitas yang dimiliki, saat ini Kaaramel Juice sudah memiliki sekitar 200 varian fusion Juice yang bisa dipilih para konsumen. “Kita bisa dibilang sebagai pelopor varian Fusion Juice yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan dan konsep food truck yang sedang tren sekarang ini membuat para pelaku usaha bisa meraup keuntungan besar. Tidak sedikit dari para pelaku usaha ini yang bisa mendapatkan untung puluhan juta per bulannya.

Lihat saja yang didapat Heider Paris, Pemilik Ayam Galau yang mengandalkan produk olahan ayam dengan cita rasa yang khas. Dalam sehari pria yang kerap mangkal di kawasan jalan Tugu Kujang, bogor ini bisa meraup omset Rp 2 juta per hari atau sekitar Rp 60 juta per bulan.

Bahkan Lutfi Akman, pemilik Usaha Food Truck Doyo yang menawarkan produk aneka menu sate khas Jepang pernah mendapatkan omset hingga Rp 10 juta per hari. Omset tersebut didapat dari menjual 5 varian menu seperti Yakitori, Yakigyunoki yaitu sate yang terdiri dari Jamur Enoki yang dibalut dengan Australia Beef, Negima yang berisi daging paha ayam dan daun bawang, Tsukune yaitu ayam bumbu, dan Yashitake berupa jamur shitake.

Kemajuan dan perkembangan para pelaku usaha food truk ternyata juga didorong oleh peran asosiasi atau organisasi yang ada. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan Ferry Dafira, Sekjen Organisasi Mobil Bisnis Indonesia yang mengatakan bahwa organisasi memiliki peran penting pada perkembangan usaha food truck saat ini.

Peran organisasi ternyata dirasakan positif oleh Effendi dan Ferdy pemilik Doea Rawit Food Truck. Dengan bergabung pada organisasi, mereka mendapatkan banyak hal mulai dari tempat penjualan bahan baku murah, seputar karoseri kendaraan, hingga jadwal pameran (event) food truck yang diadakan berbagai pihak. Khusus untuk event food truck, pengamat marketing Yoyok Indroyatmo mengatakan bahwa event food truck menjadi cara pemasaran paling efektif saat ini. Karena memang di event hampir semua pengunjung yang datang ingin menikmati berbagai menu yang ditawarkan dan hal tersebut membantu meningkatkan pendapatan para pelau usaha.

Dari para pelaku usaha yang berhasil ditemui, hampir semuanya mengaku kendala dalam menjalanan usaha ini ialah pada cuaca. Karena letak food truck yang di luar ruangan atau outdoor maka bila cuaca hujan bisa dipastikan omset akan turun. Selain itu kendala lain yang kerap dihadapi ialah dalam hal SDM, dimana agak sulit bagi pelaku usaha food truck untuk mendapatkan karyawan seperti yang diinginkan

The post Booming Bisnis Kuliner Food Truck appeared first on infoloka.com.

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here