Cara Mudah Bertanam Hidroponik

0
443

Apa itu Hidroponik? Hidroponik, adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, dengan penambahan nutrisi atau pupuk khusus untuk hidroponik. Hydroponic sendiri berasal dari bahasa Yunani, Hydro yang berarti “Air” dan Phono yang berarti “Daya”. Hidroponik mengandalkan air sebagai medianya, walaupun kemudian ada juga yang ditambah media-media tanam lainnya untuk menopang tanaman, tetapi bukan tanah.

hidroponik

Dengan menanam secara hidroponik pemakaian pupuk lebih hemat, ketika menanam dengan media tanah, pupuk harus digunakan untuk semua lahan. “Melakukannya bisa dimana saja, tidak perlu ke kebun, saya bisa menyemai di kamar tidur, sambil menonton televisi, bahkan menyemai di dalam mobil pada saat kemacetan. Keuntungan lainnya ialah Anda bisa menanam tanaman meski Anda tidak punya lahan.” ujar Bertha Suranto pendiri Rumah Hydroponic. Bertha Suranto bersama Ronny Tanumihardja menjadi pemateri “Workshop Hidroponik” di Living World Alam Sutera dalam rangkaian acara Living World Asri Home Festival.

Berikut langkah-langkah mudah untuk bertanam dengan metode hidroponik:

Persiapkan Media Tanam

hidroponik

Anda bisa berlatih menanam dengan metode hidroponik dengan berbagai media tanam, seperti rockwool, expanded clay, cocopeat dan sekam bakar, atau kain flannel. Media yang diperlukan adalah media yang tidak mempengaruhi larutan nutrisi, dapat mengikat air, dapat membantu agar PH tidak sering berubah.

Rockwool, merupakan media tanam dan media semai yang kualitasnya sangat baik, karena dapat mengikat oksigen juga, hanya saja tidak bisa dipakai ulang. Jadi, kali ini akan dibahas bagaimana menanam hidroponik dengan media tanam rockwool

Iris dan Potong Rockwool

Iris rockwool hingga menjadi lapisan yang memiliki ketebalan sekitar 2 cm. Potong rockwool menjadi persegi dengan sisi sekitar 1,5 cm. Letakkan rockwool dalam wadah. Untuk memotong dan mengirisnya gunakan gergaji besi atau pisau roti. Setelah itu rendam rockwool dalam air dan tiriskan.

Lubangi Rockwool dan Taburkan Benih

Lubangi rockwool yang telah basah tersebut menggunakan tusuk gigi. Tidak perlu terlalu dalam, beri jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya. Untuk tanaman yang menjulang ke atas seperti sawi, bayam dan kangkung, 1 rockwool bisa diisi 2 atau 3 benih. Untuk yang tumbuh ke samping seperti Pakchoy (sawi sendok) 1 rockwool cukup 1 benih saja.Taruh benih menggunakan tusuk gigi yang basah ke dalam lubang.

Tutup dan Simpan

Setelah semua benih disemai, semprot dengan air, dan tutup rockwool yang berada di wadah dengan plastik hitam. Simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari. Setelah benih sudah pecah atau berkecambah segera taruh di tempat yang terkena sinar matahari pagi.

Penyiraman

hidroponik

Semprot setiap hari dengan air, pagi dan sore, jangan sampai rockwool kering. Dalam 2 – 3 hari benih akan mulai bertumbuh daun. Semprot dengan spray lembut agar tidak merusak tanaman.

Siapkan Netpot

hidroponik

Jika sudah sekitar 9 hari, dan daun sudah semakin banyak, siapkan netpot dengan kain flanel. Masukkan flanel ke dalam netpot.

Buat Larutan Nutrisi

hidroponik

Siapkan bak berisi air, dan tambah dengan larutan nutrisi, rendam netpot bersumbu flanel. Letakkan rockwool ke dalam netpot, bagian akar menempel di flanel. Buat tutup wadah berisi larutan yang sudah dilubangi untuk memasukkan netpot. Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Jangan sampai larutan berkurang, jika berkurang segera buat larutan nutrisi lagi.

Foto: dok. Rumah Hydroponic dan April Ramadhina

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here