Fujifilm X-T10, Futuristis dengan Foto Memesona

0
228

Uji Produk

Fujifilm X-T10, Futuristis dengan Foto Memesona Dengan harga sekitar Rp13 juta, Fujifilm X-T10 memang tak hanya memberikan desain yang futuristis tapi juga hasil foto yang memesona. Jakarta, CNN Indonesia — Kamera mirrorless dengan desain ringkasnya dan lensa yang dapat diganti-ganti terus menjadi idola para pecinta fotografi. Tidak hanya ditujukan bagi pengguna pemula, kini kamera mirrorless juga cocok digunakan pengguna mahir yang membutuhkan kamera dengan hasil oke tanpa bobot yang relatif berat.
Setelah mengeluarkan X-T1, kini Fujifilm memiliki X-T10 yang mengusung konsep desain serupa. Sama seperti X-T1, sentuhan desain X-T10 mengadopsi konsep futuristik. Jadi tidak terkesan retro seperti Fujifilm X-Pro1, X100T, atau X-E2.
Kami telah mengggunakan Fuji X-T10 selama beberapa bulan dan berikut ulasannya.
Desain futuristik yang lebih ringkas

Perbedaan paling kentara antara Fujifilm X-T1 dan X-T10 adalah pada fisiknya. Fujifilm X-T10 lebih kecil 25 persen dan lebih ringan dibandingkan X-T1, serta tidak dilengkapi penyekat tahan air dan debu.
Perbedaan lain, X-T10 memiliki flash internal, tidak seperti flash X-T1 yang terpisah. Buffer untuk continuous shooting juga lebih terbatas dibandingkan X-T1. Namun kabar baiknya, harga jual X-T10 lebih terjangkau.

Ukuran bodi yang lebih kecil ternyata tidak membuatnya kurang nyaman saat dioperasikan. Walaupun grip atau genggamannya tergolong kecil, XT-10 terasa pas di tangan tanpa perlu takut akan tergelincir dari genggaman. Kualitas konstruksinya juga amat baik, kokoh dan berkelas.
Pengaturan setting seperti shutter speed dan exposure compensation dapat diatur melalui tombol putar di bagian atas. Selain itu juga ada kenop yang dapat memindahkan mode pemotretan dari auto menjadi manual di dekat tombol putar pengatur kecepatan rana.
Di dekat tombol rana, juga ada tombol perekam video yang sering terpencet tidak sengaja. Secara keseluruhan, keberadaan tombol fisik untuk mengatur fungsi kamera amat membantu pengoperasian.
Pengguna juga bisa mengatur fungsi tombol di bagian belakang, seperti tombol navigasi empat arahnya, untuk mengakses fungsi yang diinginkan. Misalnya tombol kanan untuk mengatur white balance, dan sebagainya. Semua pengaturan dapat diatur melalui menu utama Fujifilm X-T10 yang cukup panjang.
Layar atau viewfinder, semuanya bagus
Untuk mengomposisi gambar, Anda bisa memilih menggunakan layar 3 inci atau viewfinder elektronik. Layarnya ini dapat diputar hingga sudut 90 derajat sehingga memudahkan saat mengomposisi gambar dari sudut yang kurang ideal. Kualitas tampilan termasuk baik, tajam dan tetap mudah dilihat di bawah pancaran sinar matahari.
Jika perlu, pengguna bisa menggunakan viewfinder elektronik yang tersedia. Dengan sensor mata, Anda tinggal mendekatkan mata untuk beralih dari layar di belakang ke viewfinder.

Sayangnya sensor ini terlalu sensitif sehingga saat tangan ada di dekat viewfinder, layar akan mati karena kamera mengira Anda ingin menggunakan viewfinder. Untungnya Anda bisa mengatur agar kamera menggunakan viewfinder atau layar secara manual, tidak otomatis.
Tidak ada lag saat menggunakan viewfinder. Gerakan subyek yang ingin difoto dapat diikuti dengan nyaman. Saat Anda mengganti setting, pergantiannya juga akan ditampilkan di sini sehingga Anda tidak perlu melepaskan mata dari viewfinder.
Hasil foto memesona
Sensor gambar yang digunakan oleh Fujifilm X-T10 sama persis dengan Fujifilm X-T1. Jadi bisa dipastikan hasil fotonya identik. Sebagai catatan, kami menggunakan XT-10 dalam format JPG saja.
Dalam berbagai kondisi cahaya, Fujifilm X-T10 mampu menghasilkan foto menawan. Bahkan pada tingkat ISO 3200 sekalipun, noise yang dihasilkan cukup rendah dan tidak mengganggu.

Untuk ISO 6400 ke atas, noise akan terlihat lebih jelas dan mengurangi detail pada foto tapi masih dapat ditolerir untuk cetakan ukuran kecil atau untuk dibagikan ke media sosial. Kecepatan dan akurasi fokus juga cukup baik, terutama pada subyek yang kontras di kondisi minim cahaya sekalipun.
Fitur Film Simulation yang menjadi fitur andalan kamera Fujifilm mampu memberikan efek warna dan mood yang berbeda sesuai keinginan pengguna. Warna kulit, misalnya, dapat direproduksi dengan amat baik.
Ketajaman yang dihasilkan dengan lensa kit XF18-55 juga amat baik. Terlihat dari detail wajah di foto berikut ini.
Bahkan kualitas foto dengan flash internal juga amat baik, dengan tenaga flash yang terukur cukup akurat sehingga tidak membuat subyek terlihat seperti disorot lampu senter yang kuat.
Kemampuannya menangkap foto secara beruntun juga cukup baik, terbukti dari foto di bawah ini.
Secara keseluruhan, hasil foto Fujifilm X-T10 dengan lensa bawaannya amat baik untuk berbagai subyek dan kondisi cahaya.
Dilengkapi fitur masa kini
Sebagai kamera modern, Fujfilm X-T10 telah dilengkapi koneksi Wi-Fi. Ini penting bagi pengguna yang ingin segera berbagi hasil fotonya ke media sosial atau mengirimkannya melalui email.
Dengan menggunakan aplikasi Fujifilm Photo Receiver, Anda tinggal memilih foto yang ingin dikirimkan dan kamera akan segera mengirimkan foto tersebut dalam kondisi terkompresi dengan ukuran file lebih kecil.
Bagi yang suka memotret Panorama, desain Fujifilm X-T10 yang cukup pas dan stabil (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan), membuatnya mudah untuk menciptakan foto Panorama ekstra lebar. Berikut contoh hasilnya.

Kesimpulan
Fujifilm X-T10 menjadi contoh sempurna betapa kamera mirrorless telah berevolusi jauh dari saat muncul pertama kali. Di dalam paket yang relatif mungil ini, Anda akan menemukan sebuah alat fotografi yang menyenangkan saat dipakai dan mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi.
Harganya yang mulai dari kisaran 13 jutaan rupiah (dengan lensa) memang tidak bisa dibilang murah, namun sepadan dengan apa yang Anda dapatkan.
Walaupun ada sedikit kekurangan, terutama pada fungsi perekaman video yang standar dan di bawah kompetitor kamera mirrorless di kelasnya, Fujifilm X-T10 layak dipertimbangkan Anda yang membutuhkan kamera mirrorless yang relatif ringan dengan hasil foto memesona di berbagai kondisi cahaya.
Kelebihan:
+ Hasil foto amat baik dengan lensa bawaan sekalipun
+ Viewfinder elektronik responsif dan nyaris tanpa lag
+ Kinerja cukup cepat, dengan akurasi fokus lebih baik dibandingkan versi terdahulu
+ Bodi kokoh dan mantap di tangan
+ Kinerja flash internal amat baik
+ Noise minim hingga ISO 3200
+ Layar putar memudahkan pemotretan
+ Tombol fisik memudahkan pengaturan setting
+ Memindahkan foto via Wi-Fi amat mudah
Kekurangan:
– Sensor mata sensitif

– Tombol putar rentan terputar tidak sengaja
– Kadang butuh direstart dari kondisi stand-by
– Fungsi video standar
Tulisan ini adalah hasil kerja sama antara CNN Indonesia dengan yangcanggih.com. Untuk informasi dan ulasan gadget dan produk elektronik lainnya, klik yangcanggih.com.

Beberapa hasil foto Fujifilm X-T10:

(eno)

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here