Gereja Katolik Berbahasa Indonesia Sacra Famiglia Archdiocese di Osaka

0
3

 

Tidak usah bingung lagi jika ingin mencari ketika berada diOsaka, Jepang. Karena diOsaka sendiri terdapat beberapa gereja yang mudah untuk ditemui salah satunya dalah yang berletak di bagian Umeda yang sangat mudah untuk diakses karena sangat dekat dengan Stasiun Umeda serta Stasiun Nakatsu. Hal pertama yang membuat gereja ini unik karena gereja ini memiliki 4 jenis Misa dengan Bahasa yang berbeda, mulai dari Bahasa Jepang, Inggris, Spanyol, hingga , gereja ini pula sangat mendasarkan asas kekeluargaan karena sebagian besar aktivisnya sangat mengenali para jemaatnya mulai dari yang lama hingga baru sehingga menambahkan kesan yang lebih intim.

Ruangan gereja didesain memiliki konsep untuk umat akan mudah saling berinteraksi sehingga pengaturan partisi ruangan mudah dipindah pindah. Ruangan ini tidak terlalu besar dengan hanya berkapasitas kurang lebih 240 jemaat untuk bagian dalam tetapi biasanya gereja akan diextend hingga keluar dari ruang gereja karena kelebihan kapasitas. Interior gereja terkesan modern karena dari Altarnya sendiri sudah tidak menggunakan terlalu banyak menggunakan aksesoris gereja dengan meja yang besar dan tertutup, melainkan hanya menggunakan meja marmer putih berbentuk persegi bersih tanpa adanya benda benda lain diatas meja. Altar juga dilengkapi oleh dua buah mimbar pada umumnya yang memiliki fungsi yang sama dengan gereja diIndonesia yaitu untuk membaca Sabda dan memimpin puji – pujian, tidak lupa juga disediakan lima buah kursi kayu untuk Romo serta putra- putri Altar. Yang membuat gereja ini unik adalah belakang Altar tidak ditutup oleh dinding melainkan menggunakan kaca sehingga para jemaat dapat langsung melihat keadaan diluar gedung gereja, hal ini juga yang membantu pencaayaan dari depan ketika pagi hingga siang hari dengan pencahayaan alami yang didukung oleh lampu juga. Pada bagian altar juga terdapat dua buah patung berbentuk malaikat yang ditengahi oleh sebuah lingkaran halo bermaterialkan perunggu.

Untuk perabot duduk jemaat sendiri sudah tidak menggunakan bangku kayu panjang seperti Gereja pada umumnya di Indonesia, melainkan menggunakan kursi build in bermaterialkan kayu dengan menggunakan finishing HPL alami berwarna terang sehingga serat kayu akan tetap terlihat serta dudukan yang bermaterialkan busa yang difinishing kulit sintetis putih yang menambahkan kenyamanan ketika duduk serta juga terdapat tempat gantung tas pada bagian belakang kursi dengan bermaterialkan stainless menggunakan sistem pin sehing mudah untuk digunakan. Kursi ini sendiri terdapat 240 buah untuk jemaat yang dibagi menjadi tiga buah bagian yaitu kanan tengah kiri dengan menggunakan sistem pengaturan letak kursi dari 12 buah kursi hingga kedepan hanya 4 buah kursi berbentuk melingkar terpusat ke bagian Altar sehingga menimbulkan kesan fokus tertuju kepada Altar.

 

Source link

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here