Kemegahan Arsitektur Hotel Indonesia Kini

0
257
Foto : christiantowibowo.files.wordpress.com

Kemegahan kawasan bundaran Hotel Indonesia dengan air mancur dan patung selamat datang merupakan salah satu ikon kota Jakarta. Tak hanya sekedar landmark kebanggaan ibu kota, Hotel Indonesia juga menghadirkan keanggunan bangunan cagar budaya dengan arsitektur dan benda seni bernilai sejarah.

Hotel Indonesia pertama kali beroperasi pada tanggal 5 Agustus 1962. Hotel ini dirancang oleh arsitek asal Amerika keturunan Denmark, Abel Sorensen dan isterinya Wendy. Dalam konsepnya, wujud hotel ini mengacu ke budaya barat dan dikombinasikan dengan interior serta karya seni (artwork) yang mengangkat kekayaan budaya lokal.

Bentuk massa bangunan berupa dua buah kubus dengan penampang persegi panjang ini ditata menyerupai huruf T dan dihias dengan deretan jendela berbentuk kotak. Hotel ini menegaskan langgam internasional yang menjadi ciri khasnya sekaligus tren arsitektur dunia pada saat itu. Fasilitas hotel seperti lift dengan kapasitas sekitar lima orang ini merupakan lift pertama di Indonesia saat itu, dan tetap dipelihara keasliannya kini serta menjadi bukti kemewahan di masa lampau.

Rancangan hotel dengan 406 kamar juga memperhatikan kondisi iklim tropis di Indonesia. Misalnya kamar-kamar yang berlokasi di lantai tiga tidak dilengkapi dengan pendingin udara (AC), tetapi tetap sejuk dengan mengandalkan sirkulasi udara silang melalui jendela. Salah satu tipe kamar yang menjadi kebanggaan hotel Indonesia saat itu adalah Diplomatic Suite. Keistimewaan kamar ini adalah view ke arah air mancur dan patung selamat datang. Hingga kini, tipe kamar ini kerap dipakai untuk tempat menginap para tamu kenegaraan.

Baru-baru ini, ada beberapa area di hotel Indonesia yang sengaja direnovasi. Salah satunya adalah Nirwana Supper Club yang berada di lantai atap (rooftop). Dulu, area ini diperuntukkan sebagai tempat dugem para kalangan elit. Area tersebut kini dialihfungsikan menjadi function room dengan perubahan fisik pada interiornya.

Di Hotel Indonesia ini Anda juga bisa menyaksikan salah satu ‘sentuhan’ seni Presiden Soekarno berupa mosaik batu berwarna-warni karya perupa G. Sidharta yang menghiasi dinding bagian atas ruang dalam paviliun Ramayana. Mosaik tersebut menampilkan cerita rakyat serta beragam kesenian tradisional Indonesia yang melebur bersama konsep interior hotel megah ini.

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here