Mengenal Spotify, Penantang Apple Music di Indonesia

0
387

Mengenal Spotify, Penantang Apple Music di Indonesia Spotify akan hadir di Indonesia dalam waktu untuk bersaing dengan aplikasi streaming musik lain. (Jason Davis/Getty Images) Jakarta, CNN Indonesia — Melalui akun Twitter resminya (@SpotifyID), Spotify mengumumkan rencananya untuk hadir di Indonesia pada 30 Maret 2016. Itu berarti penyedia layanan streaming musik asal Swedia ini akan bersaing dengan Apple Music, Guvera, Deezer, bahkan layanan sejenis buatan lokal, Melon atau Langit Musik.
Spotify mengusung konsep bisnis Freemium, artinya pengguna bisa menggunakannya secara gratis atau berbayar dengan beberapa layanan tambahan. Tahap awal semua pengguna baru diberi gratis akses 30 hari.
Setelah masa itu habis, pengguna bisa melanjutkan akses Premium dengan berbayar atau pilih gratis dengan segala keterbatasan.
Di Amerika Serikat dan negara lainnya layanan premium Spotify dipatok US$ 9,99 per bulan.

Layanan streaming musik juga tersedia dalam bentuk aplikasi ponsel pintar. (StockSnap/Freestocks.org)

Fitur Unggulan Spotify
Lagu di Spotify diputar dalam format Vorbis, berbeda dengan Apple Music yang mengandalkan format MP4 audio, atau Deezer yang menyediakan opsi FLAC.
Khusus untuk pelanggan berbayar, Spotify menyediakan lagu format Vorbis dalam kualitas yang lebih baik yakni dengan bitrate 320 kbps, sementara versi gratis hanya 160 kbps.
Fitur yang tak dimiliki oleh versi gratis lainnya adalah mendengarkan musik secara offline. Selain melalui streaming, pengguna premium juga bisa menikmati musik berformat MP3 dan ACC yang tersimpan pada media penyimpanan lokal.
Selain itu Spotify punya fungsi andalan yang disebut Social. Fungsi yang terintegrasi dengan Facebook ini memungkinkan pengguna untuk membagikan playlist atau lagu yang didengar.
Di Spotify pengguna juga bisa membuat playlist yang bisa dibagikan atau diedit bersama teman yang sudah terhubung melalui fungsi Social.
Spotify juga sudah terintegrasi dengan Last.fm dan Radio untuk memberikan pilihan musik yang lebih beragam.

CEO Spotify Daniel Ek. (REUTERS/Shannon Stapleton)

Spotify di Indonesia
Spotify berasal dari Swedia dan dirilis pada Oktober 2008. Layanan itu dikembangkan sejak 2006 oleh Spotify AB di Stockholm, Swedia. Perusahaan itu didirikan Daniel Ek dan Martin Lorentzon.
Sejak Desember 2013, Spotify tersedia di Android, Blackberry, iOS, Linux, Microsoft, dan lainnya. Layanan itu muncul di Amerika Serikat sekitar tiga tahun lalu, dan kini siap hadir di Indonesia.
Rencana Spotify ke Indonesia sebenarnya sudah terendus beberapa bulan lalu, saat itu Spotify membuka lowongan kerja sebagai editor musik yang bertugas membuat kurasi playlist dan konten dari Indonesia. Kini hal itu sudah dipastikan.
Dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 80 juta jiwa, Indonesia juga menjadi salah satu pasar potensial bagi Spotify. Sekadar catatan, saat ini Spotify mengklaim telah mengumpulkan 10 juta pelanggan berbayar dari seluruh dunia.
Belum diketahui apa rencana Spotify di Indonesia, namun yang jelas, menurut sumber CNN Indonesia yang enggan disebutkan namanya, Spotify akan menggandeng salah satu operator di sebagai salah satu layanan yang diperuntukan bagi pelanggannya.
Operator ini, konon katanya, akan memberi layanan khusus untuk bisa berlangganan dengan cara memotong pulsa dan gratis berlangganan dengan syarat serta ketentuan yang berlaku.
(eno)

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here