NASA Mau ‘Main’ Api di Antariksa

0
270

NASA Mau 'Main' Api di Antariksa Foto: REUTERS/NASA/Handout Jakarta, CNN Indonesia — Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berencana 'bermain' api di ruang nol mikrogravitasi yang tentunya memiliki kondisi yang berbeda dengan Bumi. Apa alasannya?
Pesawat kargo Cygnus tak lama lagi akan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk membawa pasokan makanan dan kebutuhan untuk astronaut.
Biasanya ketika pasokan tersebut sudah diturunkan dari kargo, maka para astronaut akan mengisi pesawat kargo tersebut dengan sampah dan meluncurkannya kembali ke Bumi agar terbakar di atmosfer.
Kali ini tim NASA ingin menguji coba sesuatu yang berbeda — dan berbahaya juga — yakni mengaktifkan pengaturan api sebelum Cygnus meluncur menuju Bumi.

Untuk mempelajari bagaimana reaksi api di lingkungan nol gravitasi, NASA menggunakan eksperimen Spacecraft Fire Experiment atau Saffire.
Mengutip situs TechCrunch, hingga saat ini, hanya uji coba pembakaran kecil yang baru dilakukan di luar angkasa.
Saffire diyakini bakal memberikan informasi ilmiah baru mengenai bagaimana reaksi api di luar angkasa dalam skala yang lebih besar.
Yang jelas rencana yang kira-kira akan diterapkan adalah, saat Cygnus meninggalkan ISS dan mulai meluncur ke Bumi, teknisi NASA di Glenn Research Center dari jarak jauh akan mengaktifkan pembakaran kain ukuran besar yang melapisi sebuah modul di dalam Cygnus.
Kain selebar 93 sentimeter itu terbuat dari kaca fiber dan katun, bahan yang sudah digunakan dalam eksperimen pembakaran sebelumnya di ruang mikrogravitasi skala kecil.

Lihat juga:

Melihat dari Antariksa, Astronaut Jepang Kagumi Indonesia

Nantinya sensor dan kamera video HD di dalam Cygnus akan merekam karakteristik dari perambatan api di sepanjang kain. Eksperimen ini diprediksi memakan waktu selama beberapa jam.
Ketika eksperimen ini selesai, Cygnus akan tetap berada di orbit selama 7 hari untuk mengirimkan data ke sejumlah stasiun di Bumi. Setelah menerima data secara lengkap, Cygnus akan kembali meluncur ke atmosfer Bumi untuk terbakar di langit Samudera Pasifik.
Api di antariksa selama ini menjadi isu keamanan penting bagi NASA dan para astronautnya. Hal ini mengacu pada tragedi Apollo 11 yang menewaskan tiga astronaut karena kabin yang terbakar selama percobaan peluncuran. Apollo 11 bisa dikatakan menjadi tombak dari lalainya kesiapan NASA dalam aspek keselamatan.
"Saffire diharapkan bisa menggali pemahaman lebih baik lagi mengenai bagaimana reaksi api di antariksa, sehingga NASA bisa mengembangkan materi, teknologi, dan prosedur yang lebih apik guna mengurangi risiko keselamatan awak selama menjalani misi luar angkasa," ucap manajer proyek Saffire, Gary Ruff.
(eno)

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here