Semangat ‘Meja semangat’

0
207

‘Meja Semangat’, begitu dia disebut. Meja kayu lipat yang menjadi inisiatif PITA (Passion Initiative Transform Action) ini secara visual tak terlalu berbeda dengan meja-meja portable lainnya yang sering dipakai untuk belajar atau mengaji. Yang unik mungkin adalah desainnya, yang hanya berupa sebidang kayu sederhana, ternyata dapat berubah menjadi meja kecil yang apik ketika lipatan-lipatannya dirangkai sedemikian rupa.

Meja ini lahir tak sengaja. Maret 2015 lalu, ketika Ario Andito, salah seorang principal Parametr Architecture, sedih melihat anak-anak di mesjid lingkungannya tinggal belajar mengaji menggunakan dingklik sebagai meja. Ario kemudian berinisiatif untuk membuat riset, yang mengikutsertakan para staffnya untuk membuat sebuah meja lipat, dengan desain yang baik, untuk membantu anak-anak mengaji di mesjid.

Niat sederhana ini ternyata bergulir sedemikian rupa, sehingga lahirlah PITA. PITA, yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai ‘inisiatif yang berangkat dari minat untuk melakukan gerakan perubahan’, adalah sebuah kegiatan sampingan di Parametr Architecture dimana para staff diransang untuk melakukan hal-hal lain diluar arsitektur yang mampu membuat perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Meja Semangat adalah gerakan pertama PITA yang sudah berlangsung hampir setahun lebih. Meja ini telah mengalami beberapa penyesuaian dibandingkan prototype awal, dan telah didistribusikan ke mesjid-mesjid sekitar untuk membantu program belajar mengaji bagi anak-anak sekitar. Walau demikian, Ario mengakui bahwa meja ini masih akan terus mengalami perbaikan sebelum resmi diluncurkan.

Ario menuturkan bahwa yang Parametr coba lakukan hanyalah menyusun sistemnya. Bawa sebuah gerakan akan bisa sustain dan bergerak sendiri jika landasan bergeraknya benar dan tertata. Karenanya Parametr hanya membatasi diri untuk membuat prototype dan bagaimana nantinya meja ini bisa diproduksi, juga didistribusikan, secara mandiri dimanapun nantinya program ini akan diimplementasikan.

Pria, yang pernah berkarya dibeberapa biro arsitektur ternama tanah air ini mengakui bahwa semua meja yang dihasilkan dan didistribusikan tidak ada yang berupa pemberian cuma-cuma, semuanya harus mengikuti skema yang ditetapkan, harus ada pendonor dan yang menerimanya, dan keduanya harus setimbang.

“Kami memandangnya seperti ini, meja-meja ini dibeli oleh pendonor, dan pendonor yang nantinya menyalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan,” akunya.

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here