Tips Mengolah dan Menyimpan Makanan Olahan

0
339

Tips Mengolah dan Menyimpan Makanan Olahan

1.Memilih makanan kaleng
Jika Anda hendak membeli makanan kaleng, teliti terlebih dahulu kondisi makanan kaleng tersebut. Perhatikan tanggal kadaluwarsa serta kondisi kaleng. Jangan membeli makanan kaleng jika kalengnya menggembung atau penyok karena dikhawatirkan telah terjadi kontaminasi kuman di dalamnya.

2. Menyimpan makanan kaleng
Simpan makanan kaleng di tempat yang bersih, sejuk, kering, dan suhunya stabil, misalnya di rak tertutup atau lemari. JIka Anda menyimpan makanan kaleng dalam jumlah banyak, kelompokan sesuai jenis produk, urutkan produk berdasar tanggal kadaluwarsanya, produk dengan kadaluwarsa paling dekat berada paling depan. Apabila makanan kaleng telah terbuka dan tidak segera dikonsumsi, simpan dalam kulkas.

3. Mengolah makanan kaleng
Jika Anda hendak memasak ikan sarden kalengan, kornet, koktail, dan makanan kaleng lainnya, perhatikan terlebih dahulu kondisi makanan setelah membuka kalengnya. Jangan memasak makanan kaleng yang sudah menunjukan perubahan baik warna, aroma, maupun rasanya. Panaskan makanan kaleng sebelum dikonsumsi( khususnya yang berbahan dasar daging atau ikan). Pemanasan bertujuan membunuh kuman atau merusak racun yang mungkin terdapat di dalamnya.

4. Mengolah yoghurt
Selain berbagai minuman, yoghurt juga bisa dimasak menjadi aneka masakan, mulai dari saus untuk salad, sampai campuran bumbu dalam aneka hidangan, atau pudding. Namun agar tetap mendapatkan khasiat bakteri hidup (probiotik) yang ada di dalamnya, yoghurt tidak boleh dimasak melebihi suhu 60oC.

5. Menyimpan sirup
Sebaiknya simpan sirup yang telah dibuka kemasannya dalam lemari pendingin. Suhu rendah dapat mengawetkan sirup hingga 1 tahun. Ada baiknya tidak mengonsumsi sirup yang sudah berubah warna dan kekentalannya karena kemungkinan sudah terkontaminasi jamur.

6. Menyimpan susu kental manis
Susu kental manis relatif lebih awet daripada susu cair karena kandungan gulannya lebih tinggi. Susu kental manis yang masih tersebgel dapat disimpan pada suhu ruang. Namun, jika sudah terbuka. Lebih baik menyimpannya dalam kulkas. Selain untuk menghindari semut, penyimpanan dalam kulkas dapat mencegah pertumbuhan jamur pada susu.

Tips Mengolah dan Menyimpan Makanan Olahan

7. Menyimpan yoghurt
Yoghurt atau susu asam hendaknya disimpan di dalam kulkas. Hal ini disebabkan yoghurt mengandung bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Untuk tetap hidup, bakteri tersebut harus berada dalam suhu rendah

8. Menyimpan susu pasteurisasi
Berbeda dengan susuh UHT, susu pasteurisasi tidak diproses dengan suhu ekstra tinggi. Pemanasan susu pasteurisasi hanya bertujuan membunus bakteri penyebab penyakit saja. Oleh karena itu, jenis susu ini umur simpannya pendek dan harus selalu disimpan dalam kulkas agar tidak rusak. Segeralah minum setelah Anda membeli susu ini. JIka ingin meminumnya nanti di rumah, belilah saat terakhir belanja, saat Anda hendak menuju kasir.

9. Menyimpan susu UHT
Susu UHT adalah susu yang dipanaskan pada suhu ekstra tinggi dan dikemas dalam kemasan kedap udara dalam proses yang steril. Oleh karenanya, susu UHT dapat tahan lama disimpan dalam suhu ruang tanpa tambahan pengawet. Namun jika susu sudah dibuka hendaknya disimpan dalam kulkas dan tidak boleh disimpan lebih dari 4 hari.

10. Memilih sosis goreng
Di Indonesia, sebagian besar sosis menggunakan nitrit sebagai pewarna dan pengawet. Sebenarnya nitrit cukup aman dikonsumsi dalam jumlah sesuai ADI (Acceptable Daily Intake) namun nitrik akan berubah menjadi zat pencetus kanker jika dipanaskan dengan suhu tinggi ± 180 o C, yaitu suhu penggorengan. Jadi, pilihlah sosis yang tidak mengandung nitrit jika Anda ingin membuat sosis goreng

11. Menyajikan minuman dingin
Jika Anda menyajikan minuman dingin, sebaiknya simpan gelas-gelas dalam freezer selama 1-2 jam hingga dingin dan berembun. Tuangkan minuman dingin ke dalamnya. Minuman dingin akan terasa lebih segar dan awet dinginnya.

12. Menyimpan susu bubuk
Simpan susu bubuk di tempat yang sejuk dan kering. Jika Anda membeli susu bubuk kemasan karton, pindahkan susu ke wadah kedap udara agar tidak ada uap air dari udara yang dapat membuat susu menjadi lembap. Susu yang lembap akan mudah ditumbuhi bakteri yang berbahaya. Jangan terlalu lama menyimpan susu, maksimal 1 minggu. Jika jumlah yang dikonsumsi sedikit, belilah susu bubuk kemasan kecil

The post Tips Mengolah dan Menyimpan Makanan Olahan appeared first on infoloka.com.

Original Article

Apakah anda seorang pengusaha property, developer, enterpreneur, ataupun seseorang yang ingin mempresentasikan bangunannya melalui sentuhan gambar untuk media promosinya? Kini hadir ODIESIGN video animasi properti, yang mengkhususkan pembuatan video animasi untuk para pengusaha properti (DEVELOPER). >> Info Lebih Lanjut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here